Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 kembali menjadi sorotan setelah muncul aspirasi dari kalangan guru yang mengusulkan penambahan kuota jalur mutasi khusus untuk anak guru. Hal ini disampaikan langsung oleh seorang guru saat kunjungan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, ke Purwakarta.
“Kami menerima masukan yang sangat baik ini, karena mempertimbangkan kuota tersebut untuk guru berasal dari berbagai jenjang, bukan hanya guru SMA,” kata Hafidz saat meninjau langsung pelaksanaan SPMB di SMPN 1 dan SMAN 1 Purwakarta, Minggu (22/6/2025). Ia menegaskan bahwa masukan ini akan dibahas lebih lanjut di kementerian.
Kunjungan ini merupakan bagian dari misi pengawasan dan pendampingan lapangan oleh Kemendikdasmen untuk memastikan seluruh jalur SPMB—Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi—berjalan sesuai regulasi, transparan, dan berkeadilan.
Kepala SMPN 1 Purwakarta, Patoni, menyebut pelaksanaan SPMB di sekolahnya sudah berjalan lancar, meski sempat mengalami gangguan teknis pada sistem digital di hari pertama. Sementara di lapangan, panitia tetap membuka layanan langsung bagi orang tua murid yang masih belum familier dengan pendaftaran daring.
Guru sekaligus panitia informasi, Cucu Suryani, menyebut masih banyak orang tua datang langsung ke sekolah karena kurang memahami alur digital. Namun, pihak sekolah tetap melayani penuh agar proses tidak terhambat.
Di SMAN 1 Purwakarta, panitia menyediakan ruang khusus untuk pelayanan masyarakat. Proses SPMB berjalan kondusif. Salah satu orang tua yang menggunakan jalur mutasi mengaku sangat terbantu dengan sistem ini. “Semua prosedurnya jelas, dan panitia sangat membantu. Ini memudahkan kami, meski baru pindah kota,” katanya.
Kemendikdasmen memastikan akan terus mengawal SPMB 2025 dengan prinsip inklusif, akuntabel, dan berkeadilan. Bila ada kendala atau ketimpangan, tim pengawas akan segera bertindak agar proses berjalan sesuai semangat pemerataan pendidikan.
“Pendidikan bermutu harus menjadi hak semua murid. SPMB yang berkeadilan ini adalah salah satu pintu awal untuk mewujudkan hal itu,” pungkas Hafidz.